Sunday, May 25, 2008

beranjak dewasa

seorang ibu berwajah durja berdiri dipenghujung jalan setapak menuju surga
sekepak sayap malaikat mendekat, menyapa dibalik jubah putihnya yang pekat

"wahai wajah durja pejalan surga,.... apa yang membuat mu menghentikan perjalanmu?"
"anakku... aku kehilangan seorang anak lelaki-ku.... ia berhenti pulang kepada-ku, ia berhenti mendengarkan nasihat ku, ia berhenti melihat ku, ...."
"wahai wajah durja pejalan surga,... tak mungkin ia kembali pulang kepadamu, karena rumahnya adalalah semesta,.. tak mungkin ia mendengarkan nasihat mu lagi karena gurunya adalah hidupnya, tak mungkin ia kembali melihat mu lagi, karena mata-nya telah penuh dengan cahaya..."
"aku begitu kehilanganya...... ia sudah pergi meninggalkan ku..."
"wahai wajah durja pejalan surga.... buka hati mu seluas samudra... ia tidak pernah pergi, ia tidak pernah acuh, dan ia bukan buta.... sesungguhnya ia hanya beranjak dewasa...."
"tapi...."
"shhh..... ia hanya telah beranjak dewasa bukan seperti yang kau inginkan.... sesederhana itu!!.."

seorang ibu tetaplah seorang ibu,
seorang orang tua tetaplah seorang-orang tua,...
manusia tetaplah manusia,...
seorang anak tetaplah seorang anak,...
keinginan tetaplah sebuah keinginan..
pegharapan tetaplah sebuah pengharapan...
berjalanlah dijalan setapak menuju surga....
tapi jangan kau berharap menepi sampai pada pintunya
karena sebenarnya kau telah berjalan didalamnya, dibalik pintunya....
kau hanya perlu membuka mata

sex, ,love and compassion

These three things are to be taken note of: the lowest love is sex - it is physical - and the highest refinement of love is compassion. Sex is below love, compassion is above love; love is exactly in the middle.

Very few people know what love is. Ninety-nine percent of people, unfortunately, think sexuality is love - it is not. Sexuality is very animal; it certainly has the potential of growing into love, but it is not actual love, only a potential....

If you become aware and alert, meditative, then sex can be transformed into love. And if your meditativeness becomes total, absolute, love can be transformed into compassion. Sex is the seed, love is the flower, compassion is the fragrance.

Buddha has defined compassion as love plus meditation. When your love is not just a desire for the other, when your love is not only a need, when your love is a sharing, when your love is not that of a beggar but an emperor, when your love is not asking for something in return but is ready only to give - to give for the sheer joy of giving - then add meditation to it and the pure fragrance is released. That is compassion; compassion is the highest phenomenon.

Osho Zen, Zest, Zip, Zap and Zing Chapter 3

Friday, May 23, 2008

love..

delicate and yet strong

vanished when its not yet finished


masculine beneath the soften veil

demise before even reborn


rigid under the ductile shell

absent without existing

imagining through an emty void


with nothingness as my bride

and contentness as my groom



(my deepest fear of all time....)




Thursday, May 22, 2008

Freedom to doubt


This is the only distinction between the dream and the real: reality allows you to doubt, and the dream does not allow you to doubt....
To me, the capacity to doubt is one of the greatest blessings to humanity.
The religions have been enemies because they have been cutting the very roots of doubt, and there is a reason why they have been doing that: because they want people to believe in certain illusions that they have been preaching....
Why have the people like Gautam Buddha been so insistent that the whole existence - except your witnessing self, except your awareness - is just ephemeral, made of the same stuff as dreams are made of? They are not saying that these trees are not there.
They are not saying that these pillars are not there.
Don't misunderstand because of the word "illusion".... It has been translated as illusion, but illusion is not the right word. Illusion does not exist. Reality exists.
Maya is just in between - it almost exists.
As far as day-to-day activities are concerned, it can be taken as reality.
Only in the ultimate sense, from the peak of your illumination, does it become unreal,
illusory.

Osho The Great Zen Master Ta Hui Chapter 12

seek me!

seek me...
under thousand layered of suffering
behind eleven doors of questions
seek me..
stacked beside hundreds of sins
and millions prayers in between
seek me..
not somewhere behind
but somewhere beyond..
present and the time after...
one step ahead from tomorrow
standing tall upon the graveyard of yesterday
seek me...
behind all the shade of joy
and under every cups of quotes of wisdom prayers.
seek me...
between heaven and happiness
between grieve and hell
between contentness and solitude
seek me...
somewhere inside and somewhere outside..
seek me ..
and you shall find me!
with the rest of everybody
starring at the same two moon of doubt
under the same one whole magenta sky
with a million sparkling smile..
seek me..
and you'll find me
lying beside you
covered with eternity

why oh why

indiana jones always says : "snakes?? why does it have to be snakes..?"
and sometimes the answer is: "just because..."
as simple as that...

"death, why its have to be death?..."
"problems?, why we have to confront problems?"
"life? why life have to be this difficult?"

and finally..

"love, why the answer is always have to be love??"

and again the answer is: "just because..."
and without "because.."there is no such thing as "why"
sometimes... all we need is a simple "why" and a simple "because"

as simpe is that...

love what you do !

Whatsoever you do, if you do it joyfully, if you do it lovingly, if your act of doing is not purely economical, then it is creative. If you have something growing out of it within you, if it gives you growth, it is spiritual, it is creative, it is divine. You become more divine as you become more creative. All the religions of the world have said God is the creator. I don't know whether he is the creator or not, but one thing I know: the more creative you become, the more godly you become. When your creativity comes to a climax, when your whole life becomes creative, you live in God. So he must be the creator because people who have been creative have been closest to him. Love what you do. Be meditative while you are doing it - whatsoever it is!
Osho A Sudden Clash of Thunder Chapter 4

Thursday, January 24, 2008

i choose love instead

" i hate u..."
kata2 ini tanpa sengaja keluar dari tuts jari2ku yang telah nyaris lelap
diantara parau malam yang meredup, disela-sela ratusan serdadu emosi yang nyaris tumpah.

benci,..
"apa iya ya?..., kenapa ketika mengucapnya diantara raga kok yang terasa malah nelangsa ya?"
seperti aliran gleiser yang meng-erosi pada pintu hati
menutup rapat sela2 nafas
dan mengunci celah2 cahaya
"apa iya ya? "

benci..
aku mulai ragu apakah itu kata2 yang tepat untuk dimuntahkan pada malam itu.
karena ketika aliran ini menggenangi dadaku, perlahan ribuan binatang melipiri dibelakangnya.

hampir semua rasa yang telah aku tinggalkan jauh didasar bukit, kembali menggerayangi.
entah kenapa dalam hitungan detik aku merasa sesak, padat dan pengap.
sajadah-sajadah yang telah susah payah aku biarkan kosong telah kembali merapat.
penuh dengan makhluk2 nista yang berebut untuk mengisinya dengan prasangka2.

malam itu walaupun hanya semalam, aku berkenalan dengan dia.
hai benci...
sudah lama kita tidak bercengkrama ( thank GOD juga seh..)...

akhirnya aku sadar...
ternyata benci memang pilihan rasa yang paling tepat, pada malam itu.

karena keesokan harinya aku memilih untuk tidak akan mengganggunya lagi.

i choose love instead.....
i love u, can't help it,...so i'm embracing it, and loving in my own freaky way...
thank you



Wednesday, October 03, 2007

tertipu

aku kembali menatap kotak kaca
didalamnya berdiri sesosok manusia
tanpa baju, tanpa jubah, bahkan tanpa wajah
matanya menatap tajam
tapi bukan kearahku, katanya...
tangannya meraba ku dengan ujung jarinya
tapi bukan kearahku, katanya..
bibirnya menciumku dengan bisunya
tapi bukan kearahku, katanya..
aku kembali menatap kotak kaca
dan ketika ku tersadar didalamnya sama sekali
tidak ada siapa-siapa...

tentang kasih

ini curhatan yg ga penting sebenernyah.
tentang kasih tentang bunga tentang sarinya bahkan tentang buahnya.
Tentang pait dan getahnya dan tentang sebuah awal dan sebuah akhir.
sepucuk bunga, dengan tangkainya yang terlunglai, sebagai tanda akibat sebuah prasangka kemudian ia menumbuhkan duri ditangkainya,
dan perlahan bunga itu kembali menegakan kelopaknya.
seekor kumbang merapatkan sayapnya dan membenihkan setetes madzi pada putiknya, ..
"sebuah titipan ..."bisiknya perlahan. "seikat kafan kasih dari bunga diseberang zaman.."
sepucuk bunga, dengan duri2 barunya yang masih ringkih dan sama sekali tidak tajam, kebingungan kedapatan titipan..
"titipan? dari sebrang zaman?.... sebuah viruskah? sebuah penyakitkah? sebuah karma kah?"
sepucuk bunga, kembali melunglaikan durinya terbuai oleh hitungan imagi yang perlahan menghiasi ruang2 hatinya yang selama ini ia biarkan kosong dan berdebu...
kerinduan akan patung-patung dan gambar2 uskup menggaung didinding2 gerejanya yang sudah kuno, tua dan reyot tidak terawat.
ia sama sekali tidak menyadari betapa lama ia telah meninggalkan gereja sucinya ini, berapa lama ia biarkan gerejanya tak berpenghuni, tak ia senggama-i.
gereja itu nyaris mati...
kerinduannya telah membuka gerbang terdepan gereja ini. kata2 yang kumbang menggema sumbang dibalik kelopaknya yang sedang ranum mengembang.
"ah peduli setan dengan masa lalu, aku hanya rindu....kembali menyanyi gospel rindu di gereja usangku..., hanya sekedar rindu,.. sumpah,.. benar2 anya karena itu..!"
kerinduannya kembali membuka pintu gereja kedua.
dalam keadaan sama sekali tidak siap untuk berjuang, ia telah perlahan membuka baju zahirnya, dan meluluhkan semua pedang dan gada dari bahunya.
dan pada saat ia akan mengistirahatkan ratusan gadanya, setetes suara bening berbisik dibalik buhul2 nya....
"ingat...ingat... ingat akan aku.dia dan mereka semua. kami adalah zahirmu yang kau luluh, kamu adalah duri yang kau tanam, kami adalah angin yang menggoyangkan, kami pula adalah kumbang yang bertandang.... jangan kau biarkan....daun dan kelopak mu meranggas kembali pada keputus-asa-an....! kau telah di tempa dengan jutaan pengalaman....kau telah di hisabkan dengan puluhan cabikan dan rajaman..... jangan kau biarkan,.. kami dikuasai lagi oleh jantungmu yang bernanah itu...."
sang bunga termenung,....
sejenak ia tersadar,...
duri2nya telah ia luluhkan, gada2 dan pedang2nya pun telah ia hibahkan dari pundaknya
ia telah terjangkiti kasih...
bukan untuk mencabiknya lagi tapi kali ini untuk mengobati jantunya yang masih bernanah itu.
bukan untuk merajamnya dengan dosa yang palsu, tapi untuk membelai jiwanya yang sebagian telah membatu.
bukan untuk kembali meariknya dalam keputusasaan menjd sepucuk bunga tua,..
tapi simply karena... untuk menyadarkanya bahwa ia masih ada disana, kasih masih ada disana untuknya...
dan pada saat ia perlahan meranggaskan kelopak2nya...
kasih telah merangkulnya...
wuih...
waduh mendadak jadi bingung,..

Friday, August 24, 2007

idup itu pudi

koridor syurga

tentang LIFE menurut oknum 01:
lihat lihat!.. pintunya banyak... warnanya banyak
bahkan ada beberapa warna yang belum terdefinisi.. seperti kskajs, dan hagsh, juga ada beberapa yuqywuu....
warnanya sangat ksjhdka!!!! membuat ksjhd menjadi lebih owieujd!!!!...

pintunya pun berbagai ragam bentuk, dari yang kecil sampai yang super besuarrrrrrrrr
rata2 bentuknya sangat fleksible..
dengan cara membuka yang sangat fleksible juga, diputer, dipencet, digigit dicukit bahkan ada yang baru terbuka setelah dimaki maki...

tentang LIFE menurut oknum 02:
bukan perjalanan, ..
life is just about life, apa adanya....
seperti jalan-jalan ke toko eskrim dan memilih untuk menggabungkan beberapa rasa eskrim dan beberapa jenis eskrim dan membuatnya menjadi sebuah eskrim baru..
( ada toko eskrim kaya gini di PIM lho.. )
jadi apa adanya tapi memang sedikit banyak maunya..

tentang LIFE menurut oknum 03:
hidup itu hanya menjalankan peranku dengan sebaik-baiknya aja
sesuai script yang sudah disediakan,...
setiap manusia terlahirkan dengan talent masing2 tapi menemukan talent itu sendiri merupakan bagian dari sebuah penghayatan sebuah peran..
jadi buat aku hidup itu bekerja.. memaksimalkan kemampuan yang diberikan ke kita ajah..
jadi salah satu peran kita adalah jadi pelayan,... melayani etc..
pelayan siapa? ya pelayan2 tuhan...

amien

tentang LIFE menurut oknum 4
hidup it seperti TAMAN BERMAIN...
hidup itu ONline gratis kalo bayar berarti mati.. hehe
hidup itu senda gurau lah...

dimana semua yang kita inginkan akan kita dapatkan...
percaya deh..



menurut oknum 5

idup itu ga ada,... idup itu mati.