Thursday, March 01, 2007

mulai gila...

i quote this from "masnawi" jallaluddin rumi..
translate in bahasa:
rasa lapar bukanlah musuh manusia melainkan salah satu sahabat manusia, dalam keadaan lapar rasa pahit pun akan terasa manis dan bila dalam keadaan tidak lapar, manis pun bisa terasa pahit. Dengan puasa, lapar dan pengendalian diri seorang Darvish bisa menikmati apa pun yang Dia berikan.

Kejadian ini aku alamin sendiri, selama "mem-puasa-kan" diri dari roti dan nasi, makanan yg paling aku rindu adalah roti. Tapi ketika setelah sekian lama aku ngicip roti lagi,... ternyata rasa-nya begitu2 aja. nothin special about it kecuali dalam alam pikir aku sendiri tentunya. Selama puasa dan craving akan secuil roti aku membangun tembok dan ceruk2 persepsi dalam alam pikir aku mengenai betapa wangi dan enaknya sepotong roti dengan seoles butter. Ternyata pas dicoba, ya.. biasa aja.
Sangat luarbiasa yang bisa dilakukan alam pikir kita pada diri kita sendiri terlepas dari bentuk fisik realitasnya. Dalam satu titik aku memang lebih menikmati membayangkan sepotong roti dalam kepalaku ketimbang realitasnya untuk memakan satu potong. Tapi bayangkan apa yang ternjadi bila aku memanfaatkannya justru untuk kebalikannya.
Membangun ceruk2 persepsi ttg hal2 atau dalam hal ini makanan2 yang sebaiknya tidak aku konsumsi dan mulai berdamai dengan rasa penasaran yang ada dalam alam pikir aku. Kalau dipikir2 hampir semua makanan sudah aku icip, jadi ketika aku rindu satu makanan yang spesifik aku hanya perlu membankitkan memory ttg makanan tsbt dalam kepalaku. Bahkan tidak mungkin bila aku memakan daging dan menganggapnya sepotong kue, afterall kekuatan alam pikir memang lebih dasyat dari yang kita pikirkan selama ini, lagi pula identifikasi benda2 sekeliling kita kenyataannya hanyalah persepsi gabungan dari persepsi sosial manusia. Bagaimana kalau aku mulai meng-identifikasikan sendiri benda2 yang ada disekitar disesuaikan dengan kebutuhan dari dalam. Tanpa meupakan tujuan atau makna jujurnya.
Tapi mungkin juga ini merupakan salah satu pemicu gejala schizo- karena jauh dari realitas bisa berakhir dengan lepas sama sekali dan mulai hidup dalam dunia yang dibangun persepsi diri sendiri.
but then again.. whats wrong with that? ait?

Sunday, February 25, 2007

mengenai "KESENDIRIAN"

mengenai "kesendirian"
kalo tujuan kita nanti buat mati sendiri dan menjadi satu dengan tuhan itu artinya belajar sendiri2 aku ko agak kurang setuju yah
semakin kesini kayanya aku makin liat kalo salah satu tujuan kita itu memang "menyatu" dengan sang mah tunggal, tapi bukan sekedar belajar untuk sendiri2 tapi serunya justru kita ini belajar sendiri atau rame2 ya ngga masalah.., belajar untuk mati sendiri atau mati rame2 ya ngga masalah, justru itu kita belajar untuk : "ngga masalah..lah" ... tapi kenapa kita ko dilahirkan sebagai makhluk sosial yah? kalo kita emang disuruh untuk "mati sendiri" kenapa kita ga dilahirin jadi makhluk gobsblighu ( mahkuk ciptaan aku sendiri yang bukan merupakan makhluk sosial-red) nah itu justru, jawabannya ada pada kata "karena.."-nya. Karena kita harus belajar "ke-ramean"-nya, rame2 tapi tidak terikat
ada salah satu film yg lagi seru di TV judulnya : HEROES ada momen di episod ke-15 dimana salah satu jagoannya berusaha mengontrol kemampuan heroiknya dengan belajar ama yang udah jago mengontrol. Trus sang master bilang gini: "yah .. tau ngga salah satu alesan kenapa kamu mengalami kesulitan dalam menggontrol kemampuan kamu ? itu ada pada isi kepala kamu yang masih penuh,... kepala kamu belum jernih masih dipenuhi dengan orang2 terdekat kamu, keinginan2 dan harapan2... ,ga papa mereka ada di dalam kepala kamu tapi kamu membiarkan keberadaan mereka di kepala kamu mempengaruhi kejernihan kamu dalam menggunakan kemampuan kamu yang sebenarnya.... " nah.. komentarnya JERO PISAN yah?....

Friday, February 23, 2007

tentang ketulusan

kenapa arti ketulusan terkadang menjadi tidak penting dalam sebuah keseharian.
ketulusan akan sebuah perbuatan, ucapan maupun sekadar ungkapan
sepertinya hampir hadir dibalik semua perbuatan, berpayung maksud
dibaliknya, bahkan bila maksudnya adalah ketulusan itu sendiri.
apa itu ketulusan..? apakah sebuah ke-absenan sebuah keinginan, harapan dan maksud? sehingga yg hadir hanya kasih, kasih dan kasih..
atau ketulusan benar2 hanya.. "tanpa karena", kenisbian akan sebuah tendensi pada sebuah perbuatan. zip zero nihil....
yeap,.. jarang sekali pemandangan kenisbian tendensi dimuka kulit bumi ini

aku dengan tulus menyakiti hatimu
aku dengan tulus mengampunimu...
aku dengan tulus mengharap ( lha? )
aku dengan tulus menjadi teman-mu
etc..
yang sebenarnya:...
aku menyakitimu karena aku egois ( mungkin.. )
aku mengampunimu dengan harapan pahala dari tuhan dan terbebas dari rasa belenggu...( again... harapan )
aku mengharap karena itu yang bisa aku lakukan dengan tulus ( pie tokh? )
aku jadi temanmu karena kamu cantik, pintar, ganteng, banyak teman, kaya, bisa dimanfaatkan, etc.. (think of this berapa banyak temen disekitar kita yang kita "temani" dengan tulus nihil tanpa harapan dan kecenderungan keterikatan.?)

dan ketulusan sebuah pertemanan menjadi sebuah pertanyaan, sebenernya ketulusan sebuah hubungan itu apa? kenapa di-embel2i dengan seribu satu pengharapan pengembalian jasa? atau diembel2-i dengan kerterikatan fisik,..banyak juga manusia dengan paras "nyaris sempurna" ( alias ganteng atau cantik ) jadi punya lebih banyak teman atau hubungan dari pada sebagian manusia yang pintar tapi membosankan, bukan ingin mengkonfrontasikan beauty vs. brain tapi kecenderungan beberapa manusia memang menjadikan pertemanan atau hubungan apa pun menjadi sebuah komoditi pembenaran atas ketertarikan fisik, which is... ga papa juga sih... nothin' wrong about that... :D..tokh kita semua udah gede ya... asal sadar dengan konsekwensinya mah..

hanya sedikit mengganggu aja, betapa sulitnya menemukan secarik ketulusan ditumpukan sampah2.. harapan dan keterikatan manusia akan dunia ini. Betapa sulitnya menemukan suatu hubungan yang memang "nisbi tanpa karena"...

Wednesday, January 31, 2007

perjalanan tak berujung

sebuah perjalanan yang tanpa ujung, seperti sebuha mesin cuci otomatis yang tidak pernah kehabisan koin, sang mesin terus berputar dan berputar dan berputar...
dan sang orang yang sedang mencuci dengan telanjang terlihat bingung, bengong didepan sang mesin cuci....

pasrah ajah kah?
oh...caranya memang begini yah?
mungkin salah satu bagian dari system kali ya,.. sistem aturan tea..
ah saya mah berfikiran positif saja lah... pasti ada jalan keluarnya

tapi,.. dingin juga eui
semua baju saya lagi dicuci

dan ia mulai menggigil dan ketiduran

ah, tapi tuhan pasti akan menyelamatkan saya..

tapi ko sang hantu eh..tuhan malah diam saja
krik krik ....

ternyata sang tuhan memang menyelamatkan dirinya
menjelang tengah malam tiba2 listrik padam mendadak, biasalah aliran PLN kata pa rt-mah

sang orang terbangun, ah puji tuhan... akhirnya saya bisa pake baju, tapi ko'.. yah gelap banget yah jangankan baju, mesin cucinya aja tidak terlihat sedikitpun ( maklum mesin cucinya ada di ruangan tertutup mengingat harga mesin cuci yang mahal dan ga bisa dibeli dengan uang, konon.. ) ga lama listrik nyala lagi dan si mesin cuci kembali berputar, non stop

sejam, dua jam, sehari dua hari seminggu dua minggu, setahun, dua tahun.... sang orang itu menanti dan menanti dengan penuh kesabaran dan pikiran postif bahwa sang tuhan akan menurunkan mu'zizatnya.... ribuan doa telah dilayangkannya LANGSUNG tanpa perantara pada tuhan.
sampai suatu saat dia mulai putus asa.
kulitnya sudah kering, anyep dan pucat tidak berwarna.

ah,... tuhan pasti lagi becanda sama saya. saya sepertinya mendadak transparan di hadapannya.
kayanya doa2 saya ko ga di reply ya... padahal saya terus percaya dan percaya dan percaya padanya...
tapi mana yang katanya obat penawar permohonan darinya itu ya?
badan saya sampai kering pucat basi gini, ko ya tuhan tega ya.....
ko tega..ko dia tega.. ko dia tega...

kemudian dia perlahan melemas dan akhirnya tewas dalam penantian tak berujungnya.

cahahayanya akhirnya bertemu dengan sebuah manusia. Manusia itu menghembuskan sepatah wahyu:

kalau saja,... saat itu. saat kegelapan menggapaimu diasaat kau terjaga, ...dan kau bisa berusaha untuk membaca-Nya. kalau saja....
ia hanya semudah dan sesederhana menarik sumber energy-nya....
hanya menariknya sekali saja, dibanding dengan ribuan doa sampai mulutmu berbusa
kalau saja... kau mau belajar membaca! dan ratusan juta detik sisa hidupmu tak akan terbuang dengan sia-sia menanti

Saturday, November 11, 2006

pergi

sementara sebagian orang tampak begitu betah dengan kepompong kenyamanan yang meliputinya, entah kenapa..
aku justru begitu muak
aku justru ingin pergi
jauh
tidak menoreh bekas pada apapun
jauh
dan terbang..
mengamati dari jauh
diriku sendiri
dan berharap
aku akan lebih mengerti ubun2 kepala ku sendiri
.....

Tuesday, September 05, 2006

perawan tua

lihat..
aku berada dalam kotak kaca...
menarilah wahai bayangan maya
dalam balutan kafan usangmu
dalam balsaman duri palsumu
aku sudah hangus dengan semua sumpah doa mu
dengan semua rindu tak berujung
dan titis air mata tak kunjung mengering
dengan kelopak yang melayu karena malu
ah...aku sudah benar-benar bosan
ditinggalkan dan ditertawakan
lihat lah dia, semua orang meninggalkannya
tak ada yang begitu menginginkan getahnya
semua sibuk untuk menyentuhnya
dan akhirnya dia melukai dirinya sendiri..
lihatlah dia,..
menangis dipojok sendirian karena dicampakan akarnya
menyalahi semua kejadian akibat kepakan sayapnya
kesal dengan semua riuh lengkingan basi dikepalanya
lihatlah dia,..
berakhir sendirian
lihatlah dia,...
tertawa didalam kegetiran
terpingkal menatap hidupnya yang begitu "..."
menangis terharu pada semua
semua yang dengan sengaja diLEPASkan dari sisinya
bayangkan! dengan sengaja...
terbaca..
bayangkan....
apa lagi sih? apa lagi yang ingin kau torehkan dikamus hidupku ini?
apa lagi yang ingin kau garukan diambang tenggorokanku yang telah mengering ini?
ah meracau apa pula aku ini bah...

Thursday, August 31, 2006

buah kuldi

kalau aku diberi pengertian dan kepercayaan untuk bisa memilih
maka aku akan memilih untuk tidak memilih
aku
tidak akan memakan buah itu.
buah konsekwensi
dari pohon pilihan
aku bahkan tidak akan dekat2 dengan pohon itu
aku tidak akan...

kue mimpi

gawat..
tersedak secangkir rindu pait...
berserak ribuan goresan imagi
kerlingan tujuh bidadari tanpa cadar
menampar wajah yang nyaris terbuai
oleh irisan sepotong mimpi
dengan topping sepotong kapi pait
pada potongan terakhir...
arghh.....!

Thursday, August 17, 2006

hilang

minyak itu lenyap
hentak menggenta diribuan porselen kaca
pecah berserak bak kemarau diam
hampa dan sunyi pada penjaman siang
cahaya itu menggerai
bak tawa ratusan priyayi bisu yang sedang bernyanyi
menjuntai lemas pada satu titik pekat
senyap
hening..
aku mendera didalamnya
hanyut dalam satu kosong praduga
semuanya tiada yang nyata
minyak itu akhirnya lesap..

Sunday, August 06, 2006

secangkir kopi

lucu juga mengingat ribuan kejadian yang terangkai dalam satu cangkir
ratusan pelaku snadiwara yang terjalin dalam suatu cerita dan berakhir dalam satu drama yang sama, dan semua tak saling menyadari bahwa mereka berada dalam satu skenario yang sama, saru drama yang sama, dan pernah berjumpa sebelumnya dan akan berjupa kembali selanjutnya, again... disatukan oleh satu sutradara yang sama.
aneh memang...eh atau .. justru ngga aneh sama sekali yah...

ini teh terinspirasi dari secangkir kopi. nah lho.....

Sunday, July 02, 2006

curhat

pikirku sedang riuh
gaungnya terus berdenting setiap aku sedang meng-gua.
eon-ku sedang meredup
terhalang ribuan pikiran dan prasangka
yang aku pun tak tau itu apa dan dari mana...
entah pada gua mana aku harus bersembunyi
entah dengan cara apa aku bisa menangisi
memuntahkan semua praduga
yang aku sendiri tak tahu apa..
entah bagaimana...
gapaian jemarimu seperti kabut
menghilang ketika kusambut..
tatapanmu seperti fatamorgana
menghilang ketika aku mendekat..
apalagi yang engkau ajarkan padaku kali ini?
apakah tentang ribuan nafas yang masih bergaung dalam sudur yang hampir kering?
atau tentang arti memahami bayangan sendiri dicermin yang telah usang?
apa lagi yang engkau ajarkan kali ini?