Thursday, August 17, 2006

hilang

minyak itu lenyap
hentak menggenta diribuan porselen kaca
pecah berserak bak kemarau diam
hampa dan sunyi pada penjaman siang
cahaya itu menggerai
bak tawa ratusan priyayi bisu yang sedang bernyanyi
menjuntai lemas pada satu titik pekat
senyap
hening..
aku mendera didalamnya
hanyut dalam satu kosong praduga
semuanya tiada yang nyata
minyak itu akhirnya lesap..

No comments:

Post a Comment